Sunday, 19 September 2010

Jujur: Menepati Janji


JUJUR: MENEPATI JANJI

Jujur makna pokoknya:
menepati janji atau kesanggupan,
baik yang masih di dalam hatinya
maupun yang telah terlahir dalam ucapan.
Meskipun itu baru dalam niat saja,
apabila tidak dilaksanakan
itu sudah bohong namanya.

Apabila seseorang tidak menepati niatnya
berarti dia sudah mendustai batinnya.
Bilamana niat tadi telah terlahir dalam kata-kata,
padahal tidak ditepatinya,
kebohongannya disaksikan orang lain juga.

Belajarlah bersikap jujur sungguhan,
kejujuran mendatangkan keadilan,
keadilan menuntun ke kemualiaan,
kemuliaan menghantarkan ke kebahagiaan
kebahagiaan dapat membawa ke keabadian.

Jujur memberi keberanian dan ketentraman
juga hati sanubari tersucikan,
lagi pula membuat tulus budi perbuatan.
Teguh dan kukuhlah pada kebenaran,
sekalipun kejujuran dapat merugikan.
Suka berdusta tentu jangan dilakukan,
walau dustamu kau anggap dapat menguntungkan.

Hanya barang siapa berkata dengan kejujuran,
serta bertindak sesuai dengan kenyataan,
artinya berbuat sesuai dengan kebenaran,
sungguh orang tersebut dapat mencapai kesempurnaan.

Orang bodoh yang tidak pernah berbohong,
lebih baik daripada orang pandai yang lancung.
Sesungguhnya barang siapa
yang tidak dapat dipercaya tutur katanya,
atau tidak menepati janji dan kesanggupannya,
termasuk golongan orang munafik namanya,
berpura-pura atau mendua hatinya,
sehingga tidak dapat menerima
kasih Tuhan yang Mahakuasa.

Apabila engkau ingin senantiasa dikasihi Ilahi,
hendaklah engkau senantiasa menepati
segala apa pun yang telah engkau sanggupi,
dan jangan sekali-kali ingkar janji.

Bekasi, 19 September 2010
   

No comments:

Post a Comment

KRITIK HERMENEUTIK SASTRA KENABIAN

  Judul Buku      : KRITIK HERMENEUTIK SASTRA KENABIAN Penulis            : Puji Santosa Penerbit          : Elmatera, Yogyaka...