SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Saturday, 20 June 2015

WAJIK KLETHIK GULA JAWA LUWIH BECIK SING PRASAJA




WAJIK KLETHIK GULA JAWA
LUWIH BECIK SING PRASAJA
 
Falsafah budaya: wajik klethik gula jawa,
luwih becik sing prasaja hal itu bermakna:
daripada hidup kalian di dunia berfoya-foya,
alangkah lebih baiknya engkau hidup bersahaja.

Orang kaya yang tidak sadar akan kekayaannya
biasanya hidup bermewah-mewah dan berfoya-foya
setiap hari menghambur-hamburkan uang dan harta
bahkan kadang suka pada hal yang bersifat angkara
juga senang membuat orang lain hidupnya sengsara
sayang bila hidup di dunia tiada berguna bagi sesama.

Sekalipun hidup di dunia bergelimpang harta benda
jikalau tetap sadar akan kekayaan yang dimilikinya
berkelimpahan harta benda itu sekadar amanah saja
dalam kehidupan sehari-hari dapat berlaku bersahaja
segala sesuatunya akan menjadi lebih mudah diterima
oleh siapa pun dalam masyarakat yang ada di sekitarnya
tidak merepotkan dan menjengkelkan karena sederhana,
bersahaja itu dapat diterima oleh siapa dan di mana saja.
 
Ukuran bersahaja atau sederhana itu beraturan juga,
tidak boleh hanya asal-asalan ataupun seenaknya saja,
sekalipun bersahaja itu relatif yang menjadi ukurannya
tetap ada nilai-nilai kewajaran yang melekat pada dirinya
senantiasa sederhana, bersahaja, dan tidak berlaku jumawa
tentu akan selalu membuat orang lain merasa suka bahagia
oleh karena dia dapat menjadi suri teladan masyarakat kita
yang selalu merasa haus akan panutan dan penuntun utama.

Bekasi, 20 Mei 2015

No comments:

Post a Comment