SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Tuesday, 3 February 2015

SABDA TAN WINEDHAR ING LESAN, SASTRA TAN CINANDI ING TULISAN


SABDA TAN WINEDHAR ING LESAN
SASTRA TAN CINANDI ING TULISAN


Suatu kiasan akan Sabda Abadi Tuhan
tergelar di dunia yang tidak diwujudkan
secara ucapan dan bukan dalam tulisan
melainkan berwujud kejadian-kejadian,
atau peristiwa-peristiwa dalam kehidupan.


Segala peristiwa yang terjadi di dunia,
pelbagai peristiwa kehidupan manusia,
seperti perputaran jagat raya, semesta,
berubah bergantinya masa dan cuaca,

juga peristiwa yang melanda manusia,
lahirlah rasa senang susah, suka duka,
hina mulia, sengsara bahagia, dan juga
rendah luhurnya derajat suatu bangsa,
atau pasang surutnya kewibaan negara,
dapat digunakan sebagai contoh nyata:
keagungan yang tidak ada bandingnya,
kebijaksanaan yang sungguh luar biasa,
keadilan yang benar-benar dapat dirasa,
dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.


 
Namun, siapakah yang dapat menerima
Sabda yang tidak dalam bentuk kata-kata,
serta siapa pulakah yang dapat membaca
sastra yang tidak dituliskan dengan aksara.



Suatu pertanyaan yang cukup menggoda
ya bagi siapa saja mereka yang menyiswa.
Jawabnya pun sudah terukir dalam Sabda:
hanya yang arif bijaksana, cerdas cendekia,
yang menetapi dengan benar hukum Trisila,
senantiasa berbakti, beriman, dan bertakwa.


Barang siapa umat ingin selamat sejahtera,
baik di dunia ini maupun di akhirat nantinya,
sudah barang tentu wajib memperhatikannya
Sabda yang tidak dalam bentuk kata-kata, juga
Sastra yang tidak dituliskan dengan aksara.


Sentul, 2 Februari 2015

No comments:

Post a Comment