SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Friday, 30 January 2015

SURA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI


SURA DIRA JAYANINGRAT,
LEBUR DENING PANGASTUTI


Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti:
secara harfiah berarti segala sifat tidak terpuji,
keras kepala, picik, angkara murka, pendengki,
dapat dikalahkan oleh sikap bijak dan lembut hati.


Meski banyak angkara murka yang jaya di dunia,
berkuasa atas segala tindak tercela atau durjana,
tetap dapat dikalahkan oleh sikap yang bijaksana,
dan berpegang teguh iman pada Yang Maha Esa.


Kejahatan dan kekerasan tidak dapat diselesaikan
hanya dengan melakukan tindakan penangkapan,
mengadili, dan menghukum mati pelaku kejahatan.
Akan tetapi, diperlukan suatu tindak kebijaksanaan
memberi penyuluhan dan mengadakan pembinaan
serta menyadarkan agar kembali ke jalan kebenaran.


Dalam konteks filosofis ilmu kesukmaan, berarti:
perjalanan menuju ke Taman Kemuliaan Abadi,
istana kebahagiaan dan kemuliaan setiap insani,
juga yang menjadi asal dan tujuan hidup hakiki,
tentu terdapat banyak godaan yang menghalangi:
goda kasar akan takhta, harta, wanita tak terhindari,
goda halus, sifat egois, mementingkan diri sendiri,
goda gawat dan berbahaya terjerumus ke alam kiri,
serta pelbagai penderitaan papa, sengsara sekali,
seakan terkepung rapat penjahat dan pendengki,
mau menghindar ke mana saja sudah tak bisa lagi,
mau tak mau semua harus dihadapi dengan berani
oleh karena itulah harap waspada dan berhati-hati
janganlah was khawatir, gentar, dan berkecil nyali
meski terkepung rapat banyak buaya seratus kali
akan tetap selamat hingga mencapai tujuan azali
asalkan tetap teguh beriman, takwa, dan berbakti
serta tidak keluar dari garis-garis syahadat sejati,
niscaya Tuhan senantiasa akan tetap melindungi
selamat sejahtera hingga Taman Kemulian Abadi.


Bekasi, 30 Januari 2015




No comments:

Post a Comment