SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Monday, 26 January 2015

ADEDAMAR TANGGAL PISAN KAPURNAMAN



ADEDAMAR TANGGAL PISAN KAPURNAMAN

Adedamar tanggal pisan kapurnaman bermakna:
menggunakan penerangan sinar bulan tanggal pertama,
secara tiba-tiba mendapat anugerah sinar bulan purnama.
[baru tanggal satu sudah mendapatkan sinar bulan purnama]

Bawasannya seseorang mencapai ilmu kesunyataan,
yakni seorang penuntut ilmu kusukmaan atau ketuhanan,
cita-cita hidup sejati bertunggal dengan Yang Maharahman,
tidak terbatas pada ruang dan waktu yang menjadi tujuan.

Ada kalanya penuntut ilmu kesukmaan baru melaksanakan,
baru saja mendapatkan petunjuk jalan benar dan dijalankan,
secara tiba-tiba mendapat anugerah mencapai kesempurnaan,
berhasil lulus, dan tercapailah sudah apa yang dia cita-citakan.

Akan tetapi, banyak orang yang sudah berpuluh-puluh tahun,
bahkan sepanjang hidupnya di dunia tidak dapat menemukan
sari rasa tenang damai tersimpan dalam Rahsa Jati tiap insan,
takhta singgasana Tuhan Yang Maha Esa di pusat kehidupan.

Demikian itu disebabkan oleh usahanya menggunakan pikiran,
perasaannya tidak tetap dan tidak mempunyai keteguhan iman,
lalu berbelok-belok jalan yang di tempuh, ke kiri dan kebablasan,
sehingga masuk ke istana Ratu Kidul, Penguasa Lautan Selatan.

Seorang penuntut ilmu kesukmaan diibaratkan orang bepergian,
dapat cepat segera sampai atau lama dia sampai di tempat tujuan
serta mudah atau sulitnya medan yang dihadapi dalam perjalanan
hal itu tentunya sangat bergantung pada orang yang menjalankan:
apakah pelaksanaannya berdasarkan tekad disertai pengorbanan,
dan apakah mau melakukan itu seenaknya atau hanya lelamisan.

Jikalau engkau semua mempunyai cita-cita mulia setinggi apa saja,
janganlah takut pada sukarnya laku yang menjadi tebusan cita-cita,
sebab bilamana engkau hanya berani pada yang mudah-mudah saja,
takut pada hal yang sukar, sulit, dan pelik, tentu tidak akan terlaksana.

Bekasi, 26 Januari 2015

No comments:

Post a Comment