SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Wednesday, 28 January 2015

GOLEK BANYU APIKULAN WARIH, GOLEK GENI ADEDAMAR


GOLEK BANYU APIKULAN WARIH
GOLEK GENI ADEDAMAR


Golek banyu apikulan warih,
golek geni adedamar
, secara harfiah:
mencari air dengan bekal berpikulan air,
mencari api dengan menggunakan damar.


Kiasan bagi seseorang meraih sesuatu,
harta, jabatan, kekuasaan, dan juga ilmu
haruslah mempunyai bekal terlebih dahulu
modal usaha syarat mendapatkan hartamu
prestasi guna mendapatkan jabatan tertentu
kharisma mitologis meraih kekuasaan bermutu
untuk mendapatkan ilmu terlebih dahulu berguru.


Konteks secara luas dan mendalam menyaran agar
golek banyu apikulan warih, golek geni adedamar
mencari kebajikan harus terlebih dahulu berdasar
pada hal-hal petunjuk bersifat dan bernilai benar
tidak terjerumus ke jalan simpangan yang sasar
sehingga apa-apa saja itu sesuai dengan nalar
tidak usah kecewa, susah, gelisah, dan gusar
menemukan sesuatu yang menjadi inti dasar
untuk hidup di dunia dan nanti di alam akhir.

 
Dalam konteks filosofis kusukmaan bermakna:
siapa saja jikalau hendak mengamalkan agama
harus sesuai dengan kitab suci yang dipercaya
menurut petunjuk nabi rasul yang turun ke dunia
berisi ajakan berjalan di jalan benar ya jalan utama
disertai laku teguh berbakti, beriman, dan bertakwa
disempurnakan dengan perilaku lima watak utama:
jujur, sabar, tawakal, tulus ikhlas, dan berbudi mulia
sebagai bekal utama bila menghadap ke hadirat-Nya
agar selamat perjalanan dari dunia sampai alam baka.


Bekasi, 28 Januari 2015




No comments:

Post a Comment