SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Thursday, 20 February 2014

PEPALI SADWASESA

PEPALI SADWASESA

Apa makna pepali sadwasesa?
Ada enam larangan bagi penguasa
agar diperhatikan jangan dilanggarnya
bilamana dilanggar jadi perbuatan tercela
serta akan dikutuk oleh seluruh rakyatnya.

Pepali Sadwasesa pertama disebut kama
maknanya ialah hawa nafsu angkara murka
penguasa negara suka berbuat semena-mena
tidak ubahnya seperti raja Alengka si Rahwana
bila tak mampu dikendalikan, rusak sudah negara.

Pepali Sadwasesa kedua disebut loba
maknanya ialah rakus, tamak, dan aniaya
penguasa negara tidak puas apa yang ada
ingin terus menumpuk harta, tahta, dan wanita
bila tak mampu dikendalikan, masuk ke neraka.

Pepali Sadwasesa ketiga disebut kroda
maknanya ialah amuk, marah, dan perkosa
penguasa negara memaksakan kehendaknya
tidak memedulikan lagi undang-undang negara
bila tak mampu dikendalikan, hancurlah bangsa.

Pepali Sadwasesa keempat disebut moha
maknanya ialah kebingungan dan gelap gulita
penguasa negara tidak tahu mau berbuat apa
merasa limbung menghadapi segala bencana
merasa tidak berdaya memecahkan problema
sudahlah rakyat mau menjadi apa, terserah saja.

Pepali Sadwasesa kelima disebut mada
maknanya ialah mabuk karena berfoya-foya
penguasa negara suka dimabuk kegemarannya
makan, minum, dan syahwat dibiarkan merajalela
jika dibiarkan, mau jadi apa negara dan bangsa kita
apa mau kembali lagi dijajah oleh bangsa lain di dunia?

Pepali Sadwasesa keenam disebut masarya
maknanya ialah pendengki dan iri hati, jadi suka
penguasa negara tidak senang rakyat sejahtera
kalau perlu rakyat tetap dalam hidup sengsara
hidup berlimpahan harta hanyalah kelompoknya
lawan politik jadi kerikil, kalau perlu disingkirkannya.


Kemuliaan penguasa negara
hendaklah berbusana Hasthasila
setiap hari senantiasa berusaha
dapat berjalan di Jalan Utama
berbakti, beriman, dan bertakwa
hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa
dengan disucikan air sari Pancasila:
jujur, sabar, narima, rela, dan budi mulia
agar negara dan bangsa menjadi jaya,
aman, tenteram, sentosa, dan sejahtera
hingga mencapai kemasyhuran dunia.


Bekasi, 15 Januari 2014 

2 comments:

  1. Luar biasa semoga menjadi motivasi buat para pemimpin (bangsa/negara baik ditingkat pusat, provinsi, kab/Kota, kecamatan kelurahan sampai pada pemimpin dalam keluarga)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya semoga, para pemimpin bangsa yang akan terpilih dalam tahun politik 2014 ini dapat mendarmabaktikan tenaga dan pikirannya, jiwa dan raganya, untuk pembangunan negeri yang kita cintai ini.

      Delete