SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Friday, 28 February 2014

DASADARMA WASESA


DASADARMA WASESA

Apa makna dasadarma wasesa?
Sepuluh darma penguasa negara
dibabarkan menjadi perilaku utama
memimpin pembangunan nusa bangsa
negara berwibawa dan rakyat sejahtera.

Darma pertama penguasa negara
hendaklah dia berwatak paricaga
maknanya rela berkorban jiwa raga
membela nusa, bangsa, dan agama
demi tegaknya martbabat manusia.

Darma kedua penguasa negara
hendaklah dia berwatak ajava
maknanya hati tulus dan legawa
tanpa pamrih apa pun semata-mata
hanya demi amanah yang diembannya.

Darma ketiga penguasa negara
hendaklah dia berwatak dhana
maknanya suka berbudi darma
berbagi kasih kepada sesama
mengentaskan papa sengsara.

Darma keempat penguasa negara
hendaklah dia berwatak tapabrata
maknanya mengendalikan angkara,
mampu mencegah perbuatan tercela
dan mengembangkan perbuatan utama.

Darma kelima penguasa negara
hendaklah dia berwatak susila anuraga
maknanya berperilaku bijak dan mulia
budi bahasa dan tutur kata serba tertata
tindakan selalu menyenangkan semuanya.

Darma keenam penguasa negara
hendaklah dia berwatak madava
maknanya ramah kepada sesama
kepada siapa saja tidak berlaku beda
dan dia tidak meninggalkan tata krama.

Darma ketujuh penguasa negara
hendaklah dia berwatak akrodha
maknanya mengendalikan murka
amuk dan amarah dapatlah direda
agar tetap bijaksana dan berwibawa.

Darma kedelapan penguasa negara
hendaklah dia berwatak sung tuladha
maknanya memberi teladan utama
selalu menunjukkan perbuatan mulia
budi pekerti dan tutur kata tiada tercela.

Darma kesembilan penguasa negara
hendaklah dia berwatak aviradahana
maknanya tiada bermusuh siapa saja
berusaha menghindari segala paliwara
tenang, tenteram, damai selalu terjaga.

Darma kesepuluh penguasa negara
hendaklah dia berwatak avihimsa
maknanya tiada kejam dan aniaya
selalu tampak manis roman muka
dapat menyehterakan rakyat jelata
seluruh dunia pun hormat padanya
negara berwibawa, tersohor di dunia.

Jakarta, 26 Februari 2014

No comments:

Post a Comment