SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Wednesday, 29 February 2012

KEPEMIMPINAN SAD GUNA UPAYA

Apa makna sad guna upaya?
ialah enam macam kepemimpinan mulia
yang harus diterapkan oleh seorang penguasa
seperti yang diungkapkan dalam kitab Niti Sastra.

Pertama, seorang pemimpin yang sidi wasesa
maknanya dia mampu memimpin negara dan bangsa
tiada cacat sedikitpun, bahkan boleh dikata sempurna
tiada cela sedikitpun dia dalam mengayomi rakyat jelata
tampak begitu mesra hubungan antara rakyat dan penguasa
persahabatan dengan negara-negara tetangga pun terjaga.

Kedua, seorang pemimpin yang wigraha wasesa
maknanya dia mampu memerangi tindak angkara murka
semua bentuk kejahatan di negarannya mampu direda
rakyat hidup tenang tentram damai penuh suka cita.  

Ketiga, seorang pemimpin yang wibawa wasesa
maknanya dia mampu memiliki kewibawaan bernegara
seluruh rakyat negeri menjadi patuh dan menghormatinya
bahkan negara-negara di dunia pun segan dan kagum kepadanya.

Keempat, seorang pemimpin yang winarya wasesa
maknanya dia menawan, cerdas, cakap, dan bijaksana
tutur kata, budi bahasa, dan semua yang dilakukannya
rakyat merasa hidupnya tertata dan puas semuanya.

Kelima, seorang pemimpin yang gasraya wasesa
maknanya dia mampu menghadapi semua problema
lawan politik yang tangguh pun dapat tunduk kepadanya
rakyat terjamin kehidupannya sehingga bebas papa sengsara

Keenam, seorang pemimpin yang setana wasesa
maknanya dia mampu mengubur hal-hal yang tercela
watak angkara murka, tamak, iri hati, serakah, dan loba
terkubur dalam-dalam sehingga kesejahteraan dunia terjaga
rakyat bangga, hidup sejahtera, dan bahagia tiada taranya.

Bekasi, 28 Februari 2012

No comments:

Post a Comment