SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Tuesday, 31 December 2013

WASPADA TAHUN KUDA



WASPADA TAHUN KUDA

Waspada, tahun 2014 tahun kuda
Tahun petualang para pengembara
Tahun penentuan pemimpin bangsa
Ibarat bermain catur perlu peran kuda
Sebagai kendaraan politik menuju istana
Siapa Dia, pemimpin sejati bangsa kita
Penghela menuju kemasyhuran dunia



Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang,
dengan napas terengah-engah siap menerjang,
memancarkan bunga api dengan hentakan berang,
berguling-guling dan lawan terus menerus diserang,
debu-debu dan pasir-pasir pun ikut terbang melayang,
kuda terus menyerbu ke tengah-tengah gelanggang,
pertempuran di gelangang siapa menjadi pemenang.
















Kuda-kuda perang simbol nafsu manusia
setiap saat, setiap waktu, dan setiap masa
nafsu-nafsu manusia harus dikendalikannya
jangan sampai kuda nafsu-nafsu merajalela
menjadi tamak, dengki, iri, loba, dan angkara
jika dibiarkan kuda-kuda nafsu sangat bahaya
perlu pengendalian kuda dengan bertapa brata
mengatur sedemikian rupa nafsu-nafsu manusia
sehinga dia mampu melaksanakan tugas mulia.





















Dalam diri manusia bersarang empat kuda
Lauwamah si kuda hitam penghela suka ria
dia memang berasal dari anasir dunia
di sekujur daging si kuda ini berada
dia menjadi dasar dari kekuatan raga.
Kuda Lauwamah berwatak suka-suka,
suka makan, minum, tidur, syahwat juga,
suka akan tamak, malas, iri hati, dan loba,
suka dengki, fitnah, munafik, dan angkara,
suka pongah, takabur, sombong, dan aniaya,
tapi bila Lauwamah dapat dikendalikannya,
Kuda Lauwamah itu dapat tahan menderita
dan kuat menanggung segala beban derita
tahan uji menghadapi apa saja malapetaka.


Kuda kuning berasal dari anasir tirta,
ada di sumsum, nafsu Sufiah namanya
kekuatan Sufiah dapat mendekatkan apa saja
segala apa pun yang diinginkan oleh manusia
dapat terwujud jika kuda Sufiah mau berkerja
sebab Sufiah berwatak ingin beraneka rupa
apa-apa yang terlintas di cipta ingin dipunya
akan tetapi apabila dapat dikendalikannya,
Kuda Sufiah itu dapat menjadi cita-cita mulia
kembali bertunggal dengan Tuhan di Surga.


Kuda merah berasal dari anasir dahana,
ada di darah, nafsu Amarah namanya
Amarah sebagai penggerak tindak kerja
dapat menggerakkan kemauan manusia
apabila Kuda Amarah kuat, kokoh, dan jaya
manusia berkemauan yang tak kunjung reda.
Amarah sewaktu-waktu dapat meledak tiba-tiba
apabila ada tutur kata yang meremehkan si dia
tersinggung, lalu Amarah meledak seketika juga.
Namun, apabila Amarah dapat dikendalikannya,
Amarah dapat menjadi sumber kekuatan kerja
yang tepat berdaya dan berhasil guna
serta tidak pernah mengenal putus asa.


Kuda putih berasal dari anasir suasana,
dia berada di dalam napas manusia,
nafsu Mutmainah namanya
kekuatan Mutmainah memang luar biasa
mampu menyusun kehidupan secara bersama-sama,
mendorong mencapai persatuan yang rukun sentosa,
rela berkorban, saling menghormati siapa saja,
dan juga kasih sayang terhadap sesama
serta bersatu kembali dengan Sang Pencipta
yang didorong itu semua Kuda Mutmainah juga.



Waspada, tahun 2014 tahun kuda
Tahun petualang para pengembara
Tahun berebut unggul jadi penguasa
Tahun politik bagi bangsa Indonesia
Tahun penentuan masa depan bangsa
Tentu memantapkan pilihan pada mereka
yang mampu mengendalikan kuda-kudanya:
bila kombinasi Lauwamah, Amarah, dan Sufiah
menonjol pada diri seseorang akan jadi serakah
kelak apabila menjadi pemimpin tidaklah berkah
melahirkan bencana, malapetaka, dan musibah.


Kombinasikan Mutmainah, Amarah, dan Sufiah
sungguh akan menjadi kekuatan yang amanah
teguh sentosa menopang hidup penuh berkah
melahirkan rasa aman, tenteram, penuh kasih,
sejahtera, bahagia, dan mulia sebagai kalifah
mengemban tugas hidup sepanjang sejarah.

Bekasi, 31 Desember 2013





No comments:

Post a Comment