SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Friday, 28 June 2013

GODA



GODA

Goda itu batu ujian bagi manusia
oleh karenanya harus waspada
berhati-hati meniti wot bahaya
berpegang erat-erat pada Trisila:
berbakti, beriman, dan bertakwa.

Janganlah sampai terpeleset
masuk ke dalam jurang sesat
iblis setanlah yang menyeret
menyebabkan tidak selamat
perjalanan di dunia ke akhirat.


Goda itu jikalau diringkas ada tiga
pertama: goda kasar, kasat mata
kedua: goda halus, si kuma beta
ketiga: goda gawat berbahaya
semua goda menjadi malapetaka
dapat menghancurkan siapa saja
oleh karenanya harus waspada
jangan sampai engkau terlena
masuk ke dalam jurang neraka.

Harta, tahta, dan wanita
termasuk goda kasar kasat mata
ketiga goda itu tampak secara nyata
membuat manusia mabuk, alpa, terlena
jika berlebihan menjerumuskan manusia
sekadar kebutuhan hidup boleh mencari harta
tidak terbelenggu dan tidak dikuasai harta benda
korupsi, kolusi, dan nepotisme jadi sumber goda
singkirilah dan jauhkan dirimu dari watak angkara.



















Pangkat, jabatan, dan kedudukan jadi goda tahta
sekadar memenuhi tugas hidup boleh mencari tahta
tidak dilarang orang berpangkat dan menjabat di dunia
tetapi apabila engkau mengejar tahta secara membabi buta
hanya asyik mengejar jabatan tinggi yang kauanggap mulia
sehingga engkau melupakan kewajiban dan tugas utama
jadi kalifatullah di dunia atas nama Tuhan Yang Maha Esa,
itu termasuk goda tahta yang membuatmu semakin murka.

Wanita-wanita nan cantik jelita menjadi goda api asmara
senyum dan kerlingan mata wanita yang cantik paras muka
para lelaki mudah tersengat rentan dimabuk asmara cinta
hingga melalaikan kewajiban dan tugas utama hidup di dunia
akibatnya terjadilah musibah, malapetaka, bencana keluarga.
Sekadar melaksanakan kewajiban hidup kau boleh berwanita
tidak dilarang engkau memiliki wanita yang benar-benar mulia
wanita yang dapat menjadi teladan bagi kehidupan di dunia
wanita yang penuh pengorbanan bagi kelangsungan keluarga
mengasuh dengan penuh kasih sayang semua putra-putrinya
sebagai perwujudan cinta sejati wanita itu tidak berlaku beda
sepertihalnya kaum pria juga harus selalu mengutamakan cinta
kewajiban agung ini senantiasa disertai dengan laku tapa brata,
yakni dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
agar selamat sejahtera perjalanan hidup dari dunia ke istana mulia.


Goda halus si kuma beta sering merajalela,
goda halus tiada lain goda iblis, setan, dewata
yang sering masuk ke dalam batin manusia
hingga senantiasa merasa lebih dari siapa saja:
- merasa dirinya lebih berkuasa
sehingga berbuat semena-mena
- merasa dirinya lebih bermartabat mulia
sehingga menyiksa makhluk lainnya
- merasa dirinya lebih cerdik- cendekia
sehingga lainnya bodoh, dungu, pandir
- merasa dirinya lebih kaya raya akan harta
sehingga meremehkan yang papa sengsara
watak si kuma beta menjadi sombong, takabur,
angkuh, congkak, tinggi hati, sok tahu, dan jemawa
lalu mereka menjadi adigang-adigung-adiguna.
Bila tak segera bertobat, sadar, dan kembali beriman
mereka akan terperosok masuk ke jurang api neraka.


Goda gawat dan berbahaya bila tergoyahkan imannya,
tertarik oleh daya kekuasaan iblis, setan, dan dewata
serba ajaib laku perjalananmu dikendalikan mereka
hingga tidak dirasa berbelok ke arah jalan simpangan
akhirnya membawa dirimu sampai di alam kafiruna
tempat makhluk yang murtad, ingkar, dan pendusta
sehingga pintu surga sudah tertutup bagi mereka.

Agar engkau semua terbebas dari semua goda
perpegang teguhlah erat-erat tongkat Trisila:
senantiasa Sadar, Iman, dan Bertakwa
serta sucikanlah dengan air Pancasila:
Budi Luhur: Jujur, Sabar, Rela, Narima
Singkirilah semua Paliwara
Berjalanlah di Jalan Rahayu.

Bekasi, 28 Juni 2013



No comments:

Post a Comment