Tuesday, 7 September 2010

Taman Kemuliaan


Taman Kemuliaan

Berbahagialah kawan
yang tahu Jalan Kebenaran
ialah Jalan Kebajikan
yaitu Jalan Keselamatan
yakni Jalan Keutamaan
hingga kemudian
berakhir di Kesejahteraan
berakhir di Ketenteraman
berakhir di Kebahagiaan
berakhir di sebuah Taman
Taman yang bukan sembarang taman
ialah Taman Kemuliaan
yaitu Taman Keluhuran
yakni Taman Keabadian

Namun, sungguh gawat dan rawan
di perjalanan banyak simpangan
di perjalanan banyak rintangan
di perjalanan banyak godaan
ada ada saja hambatan dan cobaan
datang silih berganti terus-terusan.

Begitu gelap, tidak ada penerangan
begitu rumit, tidak ada pegangan
dan begitu licin itu jalan kebenaran
harus melewati juga sebuah titian
rambut di belah tujuh bagaikan
kiri dan kanan
belakang dan depan
penuh ancaman
binatang buas, jin, dan setan
datang bergantian
siap menerkam kalian
menggoda dan merontokkan
perjalanan kalian
mencapai Taman Kemuliaan.

Akan tetapi, kawan
jangan gentar untuk menaklukkan
mereka bisa dilawan
dengan senantiasa meningkatkan
sadar: penuh bakti kepada Tuhan;
takwa: semua perintah dilaksanakan,
juga menjauhi semua larangan; dan
iman: hakulyakin hanya kepada Tuhan,
untuk memohon perlindungan, tuntunan,
kekuatan, pengayoman, dan pencerahan.

Perlu juga bekal di perjalanan, kawan
semata-mata hanya untuk keselamatan
selama di perjalanan yang gawat dan rawan
delapan watak keutamaan sebagai kendaraan
jangan lagi engkau menoleh ke kiri dan kanan
bawalah obor sejati sebagai penerangan
pergunakan tongkat sejati sebagai pegangan
lurus-luruslah jalanmu sampai ke tempat tujuan
juga tempat asalmu dahulu sebelum engkau diturunkan:
yakni tiada lain selain Taman Kemuliaan.

Bekasi, 7 September 2010

Berbudi Sentosa

BERBUDI SENTOSA

Orang yang berbudi sentosa

tidak pernah mencela,
tidak pernah membabi buta,
tidak pernah meluap amarahnya,
tidak malas bekerja atau berkarya,
tidak kerdil budi dan jiwanya,
dan juga tidak meremehkan mereka
yang memiliki pendapat dan kepercayaan berbeda.

Mereka yang berbudi sentosa senantiasa

berbakti kepada Tuhan dan Utusan-Nya
berbakti kepada saudara dan orang tua
berbakti kepada guru dan pelajaran utama
setia kepada khalifatullah dan negara
kasih sayang kepada sesama
menghormati semua agama.

Orang yang berbudi sentosa

adalah juga yang berbudhi bawa leksana,
ambeg adil para paramarta,
prasaja solah bawa,
memayu hayuning bawana.

Meniti Jalan Benar

MENITI JALAN BENAR

Perjalanan hidup di dunia ini:
Kita tidak dalam persaingan
Kita tidak dalam pertengkaran
Kita tidak dalam perkelahian
Kita tidak dalam permusuhan
Akan tetapi, kita saling berlomba
meraih prestasi kerja yang nyata,
mengais rezeki di jalan utama,
merajut cita-cita mulia,
menggapai sesuatu yang belum ada
ibadah, kebajikan, wibawa, atau juga
meniti jalan benar menuju ke hadirat-Nya.

Monday, 6 September 2010

Lautan Kesabaran

LAUTAN KESABARAN

Sabar itu momot: sungguh luas hati,
bagai lautan tiada tepi,
tidak meluap dan membanjiri, 
tetapi segala cobaan kuat diderita,
bukan orang yang putus asa,
melainkan orang yang hatinya sentosa,
mahaluas pengetahuan dan pemahamannya,
tidak kerdil watak dan tabiatnya,
serta tidak picik budinya.


Mari kita berolah kesabaran,
dengan berusaha menjauhkan
watak cekak rupak brangasan.
Orang yang cekak rupak brangasan,
disebabkan oleh pikiran dan perasaan
dibatasi pengetahuan dan kemampuan,
menganggap salah semua pengetahuan
dan kemampuan orang lain,
yang tidak sama dengan
pengetahuan dan kemampuannya.


Kesabaran itu ibaratnya
minuman jamu yang sungguh pahit rasanya,
hanya dapat diminum oleh mereka
yang sungguh teguh sentosa budinya,
hingga dapat menghilangkan duka lara,
berbagai penyakit yang diderita.

Sunday, 5 September 2010

Berbakti

BERBAKTI

Apa tanda orang berbakti?
Sebagai bukti insan taat kepada Ilahi.
Apa yang diperintahkan, dilaksanakan,
juga dapat menjauhi larangan.

Setiap waktu tidak meninggalkan sembahyang
khusuk dan taat beribadah
membulatkan iman
memperteguh takwa
senantiasa beryukur dan bertawakal
sudah dapat ridha dan tulus ikhlas selalu
berlaku jujur dan berwatak sabar
serta berbudi pekerti luhur dan mulia.

Bersyukur 3

BERSYUKUR 3

Bersyukur adalah
harta yang tiada habis sepanjang zaman.
Wahai para hamba Allah
apabila engkau mencari kekayaan
harta yang melimpah ruah;
senantiasa bersyukur upayakan
jangan sampai salah melangkah,
buah bersyukur memperoleh kebahagiaan.

Bersyukur senantiasa menang
atas keadaan yang silih berganti.
Bersyukur senantiasa senang
membuat kedamaian di hati.

Ketahuilah wahai manusia,
kehidupan di dunia
merupakan roda
perputaran masa
silih berganti senantiasa.

Apabila engkau bersyukur senantiasa
atas nikmat dan anugerah Allah semata
engkau menjadi orang terkaya
di antara semua manusia.

Apabila keinginanmu tidak terpenuhi,
janganlah mengeluh dan sakit hati.
Tetaplah bersyukur apa yang telah engkau miliki.
Sekalipun semua keinginanmu itu tidak tercapai,
namun bukankah engkau telah mempunyai
sebagian dari nikmat Ilahi.

Hanya bersyukur yang dapat menuntun hati
menjadi cerah memancar cahaya Ilahi
berisi rasa sejuk, tenang, tenteram dan damai
jalan lurus mencapai ke hadirat Ilahi.

Saturday, 4 September 2010

Bersyukur 2

BERSYUKUR 2

Bersyukur membuat ketenteraman
hati lapang penuh kedamaian
rasa tulus ikhlas didapatkan
harta tiada habis sepanjang zaman.

Bersyukur bukan orang enggan bekerja,
melainkan mensyukuri apa pun yang diterima.
Apa pula yang berada di tangannya,
dikerjakan dengan senang jua.
Tidak tamak dan tidak loba,
tidak bertindak di luar kemampuannya.

Bersyukur diberi kesehatan
Bersyukur diberi keberuntungan
Bersyukur diberi kepandaian
Bersyukur diberi kesejahteraan
Bersyukur diberi kehidupan

Bersyukur dan teruslah bersyukur

Pertemuan 15 Teori Sastra Tempatan