Sunday, 6 November 2016

Mahir Berbahasa Indonesia dengan Baik, Benar, dan Santun

Bahasa Indonesia adalah mata kuliah dasar umum di setiap perguruan tinggi yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendi­dikan Tinggi (SK Dirjen DIKTI), Departemen Pendidikan Nasional, Nomor 43/DIKTI/Kep/2006, tanggal 6 September 2006, tentang Rambu-rambu Pelaksa­naan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. Mata kuliah bahasa Indonesia sebagai MPK memum­punkan keterampilan mahasiswa menggunakan baha­sa Indonesia dengan baik, benar, dan santun.
Bahasa Indonesia sudah memiliki kaidah bahasa yang baik dan benar. Dokumentasi bahasa Indonesia secara baik dan benar baru pada tataran kaidah bahasa yang baik dan benar dalam bentuk tata bahasa, pedoman pembentukan istilah, dan pedoman ejaan bahasa Indonesia yang disem­purnakan. Hal itu tentunya belumlah cukup un­tuk memben­tuk kepribadian bangsa yang berbu­daya, bera­dab, dan ber­martabat. Berbahasa Indonesia dengan santun tentunya menjadi dambaan setiap orang agar seseorang mampu menjaga harkat, martabat, jatidiri, dan menghor­mati orang lain sehingga menjadi bangsa yang berbudaya dan beradab. Seseorang yang senantiasa menja­ga harkat, martabat, dan jatidirinya adalah subtansi dari kesantunan, sedangkan menghormati orang lain adalah sifat beradab (berbudi halus dan berpe­kerti luhur).
Keterampilan berbahasa mahasiswa dapat dibina me­lalui kegiatan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan keterampilan menulis akademik sebagai pumpunan­nya. Ma­teri menyimak dapat dilakukan di dalam kelas keti­ka terja­di kegiatan belajar mengajar, bersemuka dengan pengasuh. Materi membaca meliputi (a) membaca pustaka wajib, (b) membaca artikel ilmiah, (c) membaca resensi buku, dan (d) mengakses informasi melalui internet. Materi berbicara meliputi (a) tanya jawab, (b) berdiskusi, (c) presentasi, dan (d) berpidato. Materi menulis meliputi (a) menulis artikel ilmiah, (b) menulis surat dinas, (c) menulis resensi buku, dan (d) menulis karya tulis ilmiah lengkap.
Akhirnya, modul sederhana ini semoga bermanfaat bagi mahasiswa walau hanya setitik air di tengah lautan keilmuan. Kritik dan saran tetap kami harapkan demi perbaikan modul ini di masa akan datang. Amin.

Jakarta, 1 September 2015                                                                        Puji Santosa



No comments:

Post a Comment

KRITIK HERMENEUTIK SASTRA KENABIAN

  Judul Buku      : KRITIK HERMENEUTIK SASTRA KENABIAN Penulis            : Puji Santosa Penerbit          : Elmatera, Yogyaka...