SELAMAT DATANG

Saudaraku, selamat datang di blog GITA PUJA. Saudaraku, berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, dan apa pun yang kita miliki merupakan ibadah. Senyampang masih dapat kita lakukan, mengapa tidak segera kita lakukan? Ayo segera berbagilah kepada kami dan kawan-kawan lainnya dengan cara memberi masukan, komentar, kritik, saran, catatan, dan apa pun tentang blog ini demi kebaikan kita bersama membangun peradaban bangsa dan negara di dunia. Selamat membaca, selamat menikmati sajian dalam blog ini, dan selamat berapresiasi. Salam takzim kami. Beres! Sehat! Sukses! Yes!

Wednesday, 13 November 2013

IKRAR PURUSATAMA


IKRAR PURUSATAMA

Dialah ksatria utama
ksatria pembela nusa
ksatria penjaga negara
ksatria pelindung bangsa
ksatria pengayom rakyat jelata
ksatria penegak kebenaran di dunia
ksatria berwatak ambeg adil paramarta


Sebermula ada sebuah Sabda:
"Dalam waktu yang tidak lama
negara Indonesia akan merdeka
dengan dikawal oleh enam ksatria:
Sasangka, Sardjana, Soedjana,
Soedibja, Widjaja, dan Soetedja.

Diibaratkan orang mendirikan wisma,
berdirinya wisma 13 tahun sesudah Sabda
dan akan selesai pembangunannya
50 tahun setelah Sabda menjelma.
Kemudian, 90 tahun setelah Sabda,
Indonesia sejajar negara-negara lain di dunia,
dan 150 tahun setelah Sabda berada
Indonesia menjadi pusat kebudayaan dunia."


Ksatria pertama, bernama Sasangka
sadar dan berbakti menjadi hal utama
berpegang teguh pada iman dan takwa
selalu dituntun Tuhan Yang Maha Esa
dalam berupaya meraih cita-cita mulia
mendidik akhlak dan pekerti manusia
membangun budi dan martabat bangsa
agar seluruh rakyat bahagia dan sejahtera.

Ksatria kedua, bernama Sardjana
ilmu pengetahuan memang dia kaya
lagi pula bijak bestari dan cendekia
ilmu dan kecerdasan menjadi senjata
dalam membangun bangsa dan negara
membawa pencerahan bagi rakyat jelata
maju: tiada terbelenggu kegelapan dunia
hidup seturut roda zaman penuh dinamika.


Ksatria ketiga, bernama Soedjana
waspada menjadi watak utamanya
lebih percaya pada kekuatan bangsa
daripada mempercayai bangsa lainnya
dalam membangun karakter jatidirinya
meskipun banyak suku, ras, dan agama
juga logat bahasa yang berbeda-beda
mereka tetap Satu ialah Indonesia Raya.

Ksatria keempat, bernama Soedibdja
ksatria yang gagah lagi pula perkasa
mampu sebagai pemersatu bangsa
bersatu teguh dalam pilar-pilar negara
NKRI, UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika
menjadikan negara berwibawa dan mulia
subur, makmur, aman, tenteram, dan sentosa
sejahtera serta juga masyhur di seluruh dunia.


Ksatria kelima, bernama Widjaja
ksatria yang berbudi pekerti mulia
suka berdarma kepada siapa saja
dan berbagi kasih kepada sesama
sebab dia senantiasa unggul dan jaya
lagi pula tangguh menghadapi bencana
serta mampu mengatasi segala problema
sehingga rakyat semakin cinta kepadanya.

Ksatria keenam, bernama Soetedja
ksatria berprestasi dalam segala-gala
ksatria yang membawa rakyat merdeka
ialah bebas dari segala penjajahan dunia
juga ditakuti dan disegani negara tetangga
menjadi pelindung rakyat dan negara lainnya
sehingga dapat memayu hayuning bawana
semua negara di dunia berkiblat ke Indonesia.

Keenam ksatria utama berikrar setia:
Demi Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa
ialah Sembahan umat di seluruh dunia
hamba sungguh-sungguh berprasetia
mengiringi dan menjaga selamanya
Negara Kesatuan Republik Indonesia
hingga tercapai cita-cita mulia
negara aman, tenteram, sentosa,
subur, makmur, sejahtera, jaya,
dan masyhur di seluruh dunia.


Bekasi, 10 November 2013

No comments:

Post a Comment